Tuesday, December 21, 2010

Kontra Peningkatan SDM

Pro Kontra Peningkatan SDM
Oleh : Drs. H. A. Hamdan, M.M
Didalam Sistem Pendidikan Nasional telah dijelaskan bahwa tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, antara Pemerintah, Masyarkat dan Orang Tua Siswa. Untuk itu wajar bila dalam tatanan Good Governance dikembangkan konsep kebersamaan antara Private sector, Goverment dan Society. Dengan demikian wajarlah bila ada suatu keinginan dari masyarakat atau komunitas tertentu untuk berpartisipasi aktif mengembangkan kualitas SDM, karena meningkatkan sumber daya manusia bukan ansih tanggung jawab pemerintah, tanggung jawab perusahaan ataupun tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab bersama sesuai dengan kemampuan potensi yang melekat pada setiap institusi. Sungguh menjadi sebuah dambaan bila semua pihak mengarah pada sikap kebersamaan untuk mensukseskan sebuah program, kendatipun inisiatif program itu datangnya dari mana saja, tapi kalau outputnya dapat meningkatkan kualitas SDM, kenapa harus diperdebatkan dan harus dipertentangkan. Orang bijak mengatakan Kalau kita ingin maju janganlah mengedepankan siapa yang akan punya nama tapi mampukah kita memberikan bantuan kepada orang lain yang punya niat baik. Waliktoa Sukabumi H. Mokh Muslikh Abdussyukur, SH, M.Si sering memberikan petuah kepada stafnya. Poma ulah sok ngaliarkeun taleus ateul, komo bari jeung sirik pidik hiri dengki jail kaniaya . Pepatah itu banyak mengandung makna positif bagi insane manusia agar termotivasi saling membantu dan saling mendukung dalam membangun Kota Sukabumi yang kita cintai ini. Kalaupun berbeda pendapat, beda pemikiran, beda kepentingan, beda pengalaman, beda kemapuan, beda cara dan beda segmennya, beda litelatur, beda keyakinan, beda pendidikan ataupun beda agama, janganlan menjadi pemicu kearah pertengkaran yang tak bermakna. Lebih baik kita merenung bahwa manusia itu tidak sempurna, dan tidak akan mampu menjangkau pemikiran orang lain, kecuali kita berusaha memahami pemikiran orang lain agar membawa hikmah bagi kemajuan bersama.
Harus diingat manakala sikap menghalangi dan iri yang dilandasi kecemburuan social terhadap kemampuan orang lain dalam menjalankan program kemanusian, maka dalam dirinya akan muncul sikap kebinatangan yang memandang orang lain itu sebagai musuh yang akan mengganggu kepentingannya. Jika terus berkembang sikap permusuhan jidal dan Fusuko maka bersiap-siaplah menerima peringatan yang maha dahsyat dari Allah SWT. Sesungguhnya bagi kaum intelektual di Indonesia, termasuk para penulis dan jurnalis senior atau yang baru belajar menjadi pengamat sosial, mau belajar dari fenomena alam yang semakin rusak ini, baik dari guncangan gempa bumi, gunung meletus, banjir bandang, penyakit menular, AIDS. Itu semuanya tidak semata-mata terjadi, melainkan peringatan dari Allah SWT, karena disana sini orang semakin kejam untuk saling hujat dan saling menyalahkan, tanpa disadari dalam dirinya penuh keterbatasan dan penuh kedurhakaan bahkan mungkin ada sifat jahat untuk menjatuhkan orang lain yang belum diketahui oleh orang lain. Sebagai ilustrasi mari kita amati modus operandi demontrasi apakah murni ingin memperbaiki keadaan? Ataukah ada kepentingan dirinya yang terganggu? Ataukah ada keinginan untuk memaksakan kehendak? Benarkah yang berinisiatif demontrasi itu punya idelisme murni? Jangan-jangan hanya mencari identitas dirinya supaya diakui oleh public disebut sebagai kaum pergerakan sehingga meningkatkan rating popularitas di dalam dirinya! Penulis mencoba membawa alam pikiran para pembaca untuk bersama-sama kembali pada jati diri kita masing-masing, mampukah kita mengembangkan potensi yang di anugrahkan Allah SWT terhadap diri kita, sampai sejauh mana kita mempunyai roja keinginan yang menggebu di dalam diri agar memberi manfaat bagi orang lain. khoerunnas anfauhum linnas . Jangan lah sekali-kali teori competitif addfentive itu disalah artikan kemampuan bersaing dengan menghalalkan segala cara.
Marilah kita artikan bahwa kemampuan bersaing itu bukan berusaha mengalahkan orang lain agar kita berkuasa, melainkan kita keluarkan potensi kita secara optimal sehingga dengan sendirinya orang akan merasakan manfaatnya keberadaan diri kita, mari kita menoleh pada tarikh Islam, bagaiman perjuangan Siti Hajar untuk mempertahankan hidup Nabi Ismail dari ancaman kehausan yang digambarkan dari fenomena sa i. bagaiman perjuangan Siti Sarah sampai dikaruniai anak menjadi Nabi Ishak. Keduanya bersaing bukan dengan cara saling menjelekan atau mencari kesalahan, melainkan mengeluarkan potensi dalam dirinya secara optimal. Kalaulah seorang penulis ingin maju mari kita tingkatkan kempuan yang sudah ada ke arah yang lebih baik, lantas siapa yang bertanggung jawab peningkatan SDM setiap penulis, apakah tanggung jawab perusahaan industri pers, apakah tanggung jawab organisasi pers, apakah tanggung jawab pemerintah, apakah tanggung jawab perguruan tinggi, ataukah tanggung jawab masyarakat ataukah tanggung jawab dirinya sendiri. Alangkah lebih arifnya dan lebih bermakna, manakalah seluruh fihak mengoptimalkan potensi yang melekat pada dirinya, dengan mengesampingkan rasa ketersinggungan di dalam dirinya baik dari sikap, ucap, perbuatan ataupun yang tersimpan dalam hatinya..Yakinilah bahwa manusia itu selain mahluk individu tapi juga sekaligus sebagai
mahluk sosial. Yakinilah bahwa popularitas kita, ketokohan kita, keberhasilan kita kesenioran kita, kepandaian kita, kecerdikan kita, keselamatan yang kita rasakan bukan semata-mata ansih kemampuan kita, tapi ada kontribusi dari peran orang lain yang diridhoi Allah SWT. Silahlah renungkan sehebat apaun kita mampu menulis,mampu mencari berita,pandai mengambil dan merekayasa gambar apabila tidak dibantu oleh nara sumber, apabila tidak ada yang mau membaca atau tidak ada yang mau menonton, tidak ada yang mau mendengar. Adakah manfaatnya hasil jerih payah kita? Saling membantu dan saling menopang akan lebih bermakna dibandingkan kita merasa lebih hebat dari orang lain, kehebatan kita pada akhirnya akan berkurang ditelan masa, tapi bantuan orang lain tidak akan pernah sirna dalam kehidupan manusia, sebagai ilustrasi orang pandai dan cerdik dikala sudah udzur akan pikun juga, orang sehat dan kuat fisiknya setelah uzur tak akan mampu bergerak apalagi bila ajal sudah mendekat, Namun bantuan orang lain sejak kita di dalam kandungan ibu sampai liang lahat pasti dibantu oleh orang lain. Silahkan dikaji kejadian kita menjadi sosok manusia sempurna ini. Benarkah atas bantuan orang lain, jika itu difahami maka jadikanlah perbedaan itu sebagai hikmah dari kemaha besaran Allah SWT, walaupun kita sadari bahwa orang yang berbudi pekerti luhur yang
bisa menyadari penomena itu, Lain lagi bagi orang yang merasa kepentingannya terganggu dan terobsesi dari kecemburuan sosial akan terpancar dalam dirinya merasa paling benar. Merasa paling baik bahkan bisa saja alergi untuk bersama-sama mengembangkan diri dalam satu kesamaan visi Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
(Info. BK. 01)

Diklat Entry Point Peningkatan SDM
Oleh : Drs. H.A. Hamdan, M.M
Sekolah Dasar CBM Gunung Puyuh adalah salah satu sekolah unggulan di Kota Sukabumi yang mampu mewakili Jawa Barat ke Tingkat Nasional untuk lomba UKS tahun 2006. Untuk itu POLANTAS dari Polresta Sukabumi memberikan warna untuk sekolah CBM dalam meraih juara UKS dengan cara melatih Polisi Kecil Sekolah (PKS). Hal ini seperti yang dilakukan pada tanggal 10 Maret 2006.
Diklat lainnya yang dipandang mampu menjadi entry point peningkatan SDM adalah gerakan Pramuka, bahkan Kota Sukabumi ingin mengambil bagian dalam mewujudkan Jawa Barat sebagai Propinsi Pramuka, melalui aktivitas DIKLAT Pramuka di Bumi Perkemahan Cikundul.
Salah satu bukti komitmen Walikota Sukabumi H. Mokh Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si., dalam gerakan pramuka selalu merespon positif setiap kegiatan pramuka, seperti halnya Perjusami yang diprakarsai oleh Kwaran Warudoyong pada tanggal 11 Maret 2006 memdapat kunjungan kehormatan dari Walikota Sukabumi, baik dalam kapasitasnya sebagai Mabicab maupun Kwarcab Pramuka.
Wajarlah bila H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si., selalu dipertahankan oleh Gerakan Pramuka Kota Sukabumi unuk tetap menjadi Kwarcab, bahkan satu hal yang sangat menggembirakan insan pramuka Kota Sukabumi dibawah kepemimpinan Ka Muslikh mendapat predikat Kwarcab Tergiat tahun 2006 di Jawa Barat. Atas keberhasilan itu mendorong motivasi para pengurus Kwarcab Pramuka Kota
Sukabumi periode 2006-2011 untuk terus beraktivitas meningkatakan kegiatan Pramuka dan mengelola Buper Cikundul secara profesional yang memberikan kontribusi terhadap pencapaian Visi Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan jasa terpadu dibidang perdagangan, pendidikan dan kesehatan. Sehingga menjadi entry point peningkaan SDM berkualitas yang dicita-citakan dalam Visi Jawa Barat Dengan iman dan taqwa menjadi propinsi termaju dan mitra terdepan Ibu Kota RI . Disela-sela kesibukannya Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si. , masih sempat memberikan perhatian kepada keluarganya untuk merayakan Ulang tahun Bapak Aris di Cibebeur Cianjur pada tanggal 12 Maret 2006. Hal ini sebagai salah satu manajemen waktu yang patut di contoh oleh seluruh stafnya. Ternyata sesibuk apapun dalam melayani kepentingan masyarakat, bila waktunya di menej secara tepat akan memberikan kenyamanan bagi semua fihak.
Manajemen waktu perlu latihan secara cermat, karena sebagai pegawai yang baik dalam era global ini janganlah sekali-kali menyatakan kepada pimpinan itu tentang Kesibukan anda tapi tunjukanlah ini hasil kerja anda . Orang yang mampu memenej waktu akan terhindar dari perasaan stress yang diakibatkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan anda. Bila tidak mampu memenej waktu maka akan termasuk orang yang merugi, silahkan baca surat Al-Ashr. Bagi para PNS yang mampu melatih diri memanej waktu sejak masa diklat prajabatan, akan mampu menunjukan karya yang terbaik dan mampu berprestasi sesuai dengan kapasitas kemampuannya masing-masing. Hal ini seperti nampak dalam penutupan Diklat Prajabatan Golongan III angkatan I tanggal 13 Maret 2006 telah terpilih peserta terbaik yang mampu mengatur waktu secara cermat selama mengikuti diklat, sehingga diharapkan dimasa mendatang akan menjadi SDM yang berkualitas untuk membawa Sukabumi kearah yang lebih baik. Salah satu implementasi manajemen waktu bisa kita lihat disaat Pemerintah Daerah Kota Sukabumi membagikan Sumbangan Langsung Tunai (SLT) tanggal 14 Maret 2006. Disana telah diatur tentang waktu pengambilan bagi setiap warga miskin, sehingga disaat dilakukan sidak oleh Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si., tidak terdapat tumpukan orang dalam antrian. Dan ini merupakan wujud konkrit dari pelayanan publik yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi. Satu hal yang menarik dalam pembagian SLT tahap ke dua yang dibagikan tanggal 14
Maret 2006, yaitu Kapolresta Sukabumi SKBP Arif Ontowiriyo memberikan hadiah bagi POLSEK yang paling baik dalam memberikan rasa aman kepada para pengambil SLT yang sudah diatur waktu pengambilannya itu. Untuk mengetahui lebih dekat tentang pelaksanaan pembagian SLT di wilayah Kota Sukabumi, dilakukan sidak kesetiap Kecamatan oleh Walikota Sukabumi didampingi oleh Kapolresta, Kepala BPS Hj. Enung Gandirum, dan Kepala Kantor POS Sukabumi, Ekonomi Pembangunan Ir. H. Fifi Kusumajaya, MM, serta unsur media massa.
Sidak dimulai dari Kantor pos Ahmad Yani yang memberikan pelayanan bagi warga Kecamatan Gunung Puyuh dengan Kecaman Warudoyong, kemudian rombongan meluncur ke Kantor Kelurahan Sriwidari yang melayani warga Kecamaan Gunung Puyuh. Dari sana meluncur ke Kantor Kecamatan Cibeureum yang melayani warga Kecamatan Cibeureum. Seperti sering diungkapkan oleh Walikota Sukabumi berguru pada yang lalu belajar pada yang sudah makanya disaat melakukan peninjauan ke Kantor Kecamatan Baros yang melayani warga masyarakat pengambil SLT dari Kecamtan Baros, nampak tidak terlalu repot, bahkan petugas tidak terlalu disibukan, yang diistilahkan oleh Walikota menunggu penumpang. Ngetem (red). Disela-sela kegiatan pelayanan pemberian SLT, Warga Kecamatan Baros diberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma oleh peugas dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Nampak saat itu H. Nanang sedang melakukan tensi darah bagi para pengambil SLT. Selesai dari Kecamatan Baros, rombongan meluncur ke Kantor Kecamtan Citamiang yang melayani Warga Masyarakat Kecamtan Citamiang. Dan terakhir rombongan melaju ke Kantor Kecamatan Situmekar yang melayani warga masyarakat Kecamatan Lembur Situ. Pengalaman pembagian STL tahap pertama telah melatih dan mendidik para petugas untuk bersikap bijak, telaten, tertib dan tenang dalam melayani kepentingan masyarakat. Hal ini diperlukan manajemen yang biasa diberikan dalam dikalat kepemimpinan.
Dari berbagai penyelenggaraan diklat kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, telah menambah kesibukan baru bagi Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Sukabumi, yaitu untuk menerima berbagai studi banding peserta dikat dari berbagai daerah, termasuk peseta DiklatPim IV Depdagri menetapkan OL di Kota Sukabumi pada tanggal 14 Maret 2006 yang diterima secara langsung oleh Assda Bidang Administrasi Drs.H. Kostaman, MM., di Ops. Room. Berikutnya pada tanggal 15 Maret 2006 Pemerintah Daerah Kota Sukabumi menerima peserta Diklat Pim IV Departemen Hukum&Ham di ruang pertemuan Pemda Kota Sukabumi. Dari beberapa pengalaman tersebut menunjukkan betapa pentingnya penyelenggaraan dan pelaksanaan Diklat secara baik sesuai dengan silabi yang ditentukan dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 43/Kep/2001 tentang Standar Kompetensi Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil. Standar kompetensi adalah kemampuan dan karekateristik yang dimiliko oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keahlian dan sikap perilaku yang diperlukan dalm pelaksanaan tugas jabtannya. Itu semua dimaksudkan untuk efesiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab organisasi/unit organisasi dan untuk menciptakan optimalisasi kinerja organisasi/unit organisasi.
This document was created with Win2PDF available at http://www.win2pdf.com.
The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.

No comments:

Post a Comment